Industri Teh dan Teknologi Nano

Teknologi nano mampu membuat nilai setiap lembar daun teh setara dengan harga emas. Dengan teknologi nano, perusahaan Korea Selatan bernama AmorePacific yang dimiliki oleh Suh Kyung Bae mampu merubah daun teh menjadi serum penumbuh rambut, serum kosmetik dan obat. Suh Kyung Bae memiliki lahan teh Jeju seluas 450 hektar di pulau Jeju, Korea Selatan. Meski teh Jeju bukan teh terbaik di dunia, namun penggunaan teknologi nano membuat nilai teh yang diproduksi oleh perusahaan Kyung Bae menjadi seratus kali lipat. AmorePasific menghasilkan serum teh hijau senilai tiga juta rupiah per gelas.

Inovasi berbasis teknologi nano yg dilakukan oleh Suh Kyung Bae adalah menstabilisasi polyphenols dan Epygalocatechin Gallate (EGCG), dua bahan aktif yg ada dalam daun teh. Dialah yg pertamakali di dunia berhasil memaksimalkan potensi daun teh dengan cara yang sederhana. Sebelumnya polyphenols dan EGCG tidak bisa digunakan untuk obat dan kosmetik. EGCG yang tidak stabil mudah teroksidasi, mudah mengendap dan bisa menimbulkan iritasi.

Langkah sang pioner tersebut diikuti oleh perusahaan lain dari Prancis, Induchem. Serum penumbuh rambut Redensyl dari daun teh hijau diperkaya quercentin dari buah pinus merkusi berhasil terjual 550.000 liter di tahun pertama, di mana harga Redensyl kemasan botol 150 ml setara 1,5 juta rupiah per botol.

Sumber

 

Author: admin

Share This Post On
468 ad

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>