Prev   Next   Pause   Play     Scroll   Fade   ScrollFade

Selamat Datang di official website Masyarakat Nano Indonesia. Masyarakat Nano indonesia adalah Forum komunikasi yang didirikan di Jakarta pada tanggal 28 April 2005 dan memusatkan perhatian pada wacana Membangun IPTEK Bangsa dengan Nanoteknologi, pada 28 April 2008 berubah nama menjadi Masyarakat Nano Indonesia (MNI, dengan harapan dapat mengajak keterlibatan aktif pihak-pihak lain yang lebih luas, baik yang berada di pemerintahan, lembaga riset, universitas maupun dunia industri, yang tertarik atau bergerak di bidang sains dan teknologi nano.

Home arrow Berita

Berita

Berita
Menristek dan Memperin buka R&D Ritech Expo 2010 Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 23 August 2010
Usaha bangsa Indonesia dalam percepatan pembangunan dan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak dapat dilepaskan dari peran dan keterlibatan teknologi. Oleh karena itu Indonesia tidak cukup mengandalkan pertumbuhan ekonomi yang ditunjang keunggulan komparatif saja, namun perlu ditunjang pula oleh keunggulan kompetitif. Sebagai konsekuensinya, dominasi produk hasil industri yang selama ini berbasiskan sumber daya alam harus mulai dialihkan ke produk yang berbasiskan hasil inovasi.

Hal tersebut disampaikan Menristek, Suharna Surapranata dalam sambutannya pada Pembukaan R&D Ritech Expo 2010 yang diadakan di Jakarta Convention Center, pada Jumat 20 Agustus 2010. Turut hadir pada acara tersebut, Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat, serta Kepala LPNK, perwakilan DPR dan duta besar negara sahabat.

Pada kesempatan tersebut, Menristek kembali menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga riset dengan sektor industri. Berdasarkan pemetaan riset sesuai dengan Agenda Riset Nasional, sejauh ini banyak hasil riset hanya sampai pada tahap riset dasar dan riset terapan saja. Sedangkan untuk peningkatan kapasitas produksi dan percepatan difusi belum optimal karena lemahnya kolaborasi antara lembaga riset dan industri. Intermediasi antara keduanya perlu dibangun sehingga lembaga riset dapat menghasilkan produk yang diperlukan industri dan di sisi lain industri senantiasa mengkomunikasikan produk hasil riset yang mereka butuhkan. Bila kolaborasi keduanya ditunjang dengan komitmen pemerintah, maka tidak mustahil pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan dicapai. “Sinergi antar lembaga litbang, industri dan pemerintah atau yang biasa disebut dengan triple helix, bisa meningkatkan kemampuan kita untuk berkompetisi sehingga kita bisa menembus pasar dunia”, ujar Menristek.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, MS Hidayat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan R&D Ritech Expo diselenggarakan untuk menjawab rendahnya penerapan teknologi yang dihasilkan oleh lembaga litbang nasional pada dunia industri. Menperin berharap kegaitan ini dapat menjadi pendorong bagi masyarakat luas untuk lebih meningkatkan kemampuan produksi industri mereka dan makin memanfaatkan serta menerapkan hasil litbang yang telah dihasilkan oleh lembaga litbang. “Semoga RD Ritech expo mampu membuka lebih luas wawasan kita tentang kemampuan teknologi dalam negeri sehingga mampu memberikan sumbangan yang lebih nyata dalam pembangunan ekonomi nasional”, ujar Menperin.

Pameran R&D Ritech Expo 2010

R&D – RITECH Expo 2010 diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi selama 3 hari mulai 20 Agustus 2010 hingga 22 Agustus 2010. Pameran yang bertemakan “Inovasi Teknologi Menuju Peningkatan Daya Saing Industri Berbasis Nanoteknologi” diikuti lebih dari 100 stand yang berasal dari lembaga litbang pemerintah, lembaga litbang industri, dan perguruan tinggi. Peserta pameran dibagi atas zona bidang fokus yaitu Zona Hankam 15 stand, teknologi informasi dan komunikasi 18 stand, material maju 17 stand, Kesehatan 12 stand, Energy 17 stand, Transportasi 11 stand dan Pangan 12 stand.

Selain pameran tematik nantoteknologi dan fokus litbang nasional, R&D Ritech Expo juga diisi dengan talkshow, karyawisata pelajar dan seminar yang merupakan tindak lanjut kerjasama Indonesia-Mesir di bidang pengembangan dan penerapan nanoteknologi.

Sumber: humasristek
 
Inovasi Teknologi Menuju Pengkatan Daya Saing Industri Berbasis Nanoteknologi Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 23 August 2010

Dalam upaya menghadapi persaingan global yang semakin sengit diperlukan usaha untuk menghasilkan produk-produk dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Di sinilah inovasi dari lembaga litbang serta sinergi dengan dunia usaha berperan penting dalam menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi.

Untuk mewujudkan hal tersebut serta meningkatkan citra dan peran litbang di mata komunitas industri, Masyarakat Nano Indoensia melalui Kementerian Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian menyelenggarakan R&D – Ritech Expo 2010 pada tanggal 20-22 Agustus di Ruang Cendrawasih, Jakarta Convention Centre dengan tema “Inovasi Teknologi Menuju Pengkatan Daya Saing Industri Berbasis Nanoteknologi”.

R&D-RITECH Expo 2010 yang diselenggarakan dalam rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2010 tersebut diharapkan akan mempertemukan para peneliti, industri dan pengguna. Diharapkan akan terjadi interaksi abg (academician, business dan government) sehingga produk atau jasa hasil inovasi peneliti dapat dilihat industriawan dan diharapkan akan terjadi inovasi baru lagi, ujar Idwan Suhardi, Deputi Pendayagunaan Iptek Kementerian Ristek.

Tema nanoteknologi dipilih karena nanoteknologi, tanpa disadari banyak pihak, sudah menjadi bagian dari berbagai produk yang digunakan sehari-hari. Berbagai industri dalam negeri pun telah mengaplikasikan nanoteknologi dalam produknya, namun teknologinya masih dari luar, ujar Dedi Mulyadi, Kepala BPPI, dalam Konferensi Pers R&D – Ritech Expo 2010 di Kantor Kementerian Perindustrian, 18 Agustus 2010.

Pameran ini diikuti oleh 60 peserta yang akan menempati 100 stand. Peserta berasal dari LPNK Kementerian Ristek, Balai Litbang Industri, Litbang Kementerian lainnya, perusahaan swasta dan BUMN, Perguruan Tinggi/ Universitas serta asosiasi.

Para peserta akan menempati tujuh zona yaitu hankam, pangan, teknologi informasi dan komunikasi, energi, kesehatan, transportasi dan material maju (nanoteknologi).

Pameran yang berlangsung tiga hari ini juga diramaikan dengan Talkshow yang bertemakan ”Penerapan teknologi nano dalam industri tekstil, pangan dan kemasan” dan ”Penerapan teknologi nano dalam industri kesehatan dan kecantikan” serta demo produk dan hiburan harian dari berbagai artis ibukota.

Acara rencananya dibuka oleh Menteri Perindustrian, MS Hidayat dan Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata pada Jum’at, 20 Agustus 2010. 

Sumber: humasristek

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 6 of 56
 

Poling

Pilih Bidang Workshop Nanoteknologi yang Anda Butuhkan ?
 
AdvertisementAdvertisement