Prev   Next   Pause   Play     Scroll   Fade   ScrollFade

Selamat Datang di official website Masyarakat Nano Indonesia. Masyarakat Nano indonesia adalah Forum komunikasi yang didirikan di Jakarta pada tanggal 28 April 2005 dan memusatkan perhatian pada wacana Membangun IPTEK Bangsa dengan Nanoteknologi, pada 28 April 2008 berubah nama menjadi Masyarakat Nano Indonesia (MNI, dengan harapan dapat mengajak keterlibatan aktif pihak-pihak lain yang lebih luas, baik yang berada di pemerintahan, lembaga riset, universitas maupun dunia industri, yang tertarik atau bergerak di bidang sains dan teknologi nano.

Home arrow Artikel arrow Masa Operasi Sel Surya Plastik Melompat dari Hitungan Jam ke 8 Bulan

Berita

Masa Operasi Sel Surya Plastik Melompat dari Hitungan Jam ke 8 Bulan Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 22 July 2010
ScienceDaily (25 Juni 2010) - Sebuah tim peneliti dari Alberta University dan National Institute for Nanotechnology, Kanada telah memperpanjang masa operasi dari sel surya plastik tersegel, dari hanya hitungan jam hingga untuk delapan bulan.

Kelompok yang meneliti tentang pengembangan teknologi sel surya yang murah dan mudah tersedia menemui rintangan karena masalah leeching kimia dalam tubuh prototipe. Sebuah lapisan kimia pada elektroda menjadi tidak stabil dan bermigrasi melalui sirkuit dari sel tersebut.

Tim yang dipimpin peneliti kimia NINT David Rider, mengembangkan sebuah lapisan polimer yang lebih tahan lama untuk elektroda tersebut. Elektroda merupakan kunci untuk tercapainya teknologi energi surya, yaitu untuk mengambil listrik dari sel.

Sebelum terobosan lapisan polimer plastik ini ditemukan, sel surya yang dibuat tim peneliti hanya bisa beroperasi pada kapasitas tinggi untuk sekitar sepuluh jam.

Ketika Rider dan rekan penelitiannya menyajikan hasil penelitian mereka untuk jurnal, Advanced Functional Material, sel surya plastik mereka telah mampu dioperasikan dengan kapasitas tinggi untuk 500 jam. Tidak hanya itu, sel surya ini masih terus bekerja selama tujuh bulan kemudian. Tim mengatakan sel surya tersebut akhirnya berhenti bekerja ketika rusak saat pemindahan antara laboratorium.

Penelitian kolaboratif oleh Jillian Buriak, Michael J. Brett Rider,'s rekan Rider di University of Alberta dan Institut Nasional untuk Nanoteknologi sudah dipublikasikan 22 Juni di jurnal, Advanced Material Fungsional.

http://www.sciencedaily.com/releases/2010/06/100621173920.htm


 
< Prev   Next >
 

Poling

Pilih Bidang Workshop Nanoteknologi yang Anda Butuhkan ?
 
AdvertisementAdvertisement