|
Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Melalui Sentuhan Nanoteknologi. Pembangunan industri suatu negara mutlak membutuhkan berbagai elemen pendukung yang dapat menopang keberlanjutan serta kualitas produk industri lainnya.
Salah satu aspek mendasar yang patut dilakukan adalah upaya membangun kemampuan teknologi khususnya di bidang bahan magnet yang dapat digunakan baik sebagai produk jadi maupun sebagai elemen pendukung untuk tumbuh kembangnya industri lainnya. Dalam kaitannya dengan sumber daya alam Indonesia yang melimpah, perlu dilakukan berbagai upaya litbang sehingga industri di bidang bahan magnet dapat menjadi kegiatan industri yang berbasis sumber daya alam lokal pasir besi dan logam tanah jarang, yang kita ketahui banyak terdapat di Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan terobosan teknologi baru yang dapat memberikan dan meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sehingga memiliki potensi untuk digunakan dalam industri bahan magnet. Dalam kaitannya dengan teknologi terbaru yang sedang booming akhir-akhir ini, peran dan status nanoteknologi khususnya nanopartikel magnet yang telah mampu dikuasai oleh peneliti dalam negeri untuk dapat menjadi back bone aktivitas industri potensial berbasis komponen bahan magnet perlu digalakkan. Dengan demikian, kelimpahan sumber daya alam yang Indonesia miliki dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Potensi Aplikasi Sebagai back bone yang memenfaatkan bahan magnet untuk kegiatan industri dan manufakturnya. Setidaknya ada 9 sektor , yaitu sektor riset ilmiah seperti pemanfaatan bahan magnet pada alat ESR (Electron Spin Resonance), levitasi magnet untuk kereta cepat dan generator photon; sektor transportasi seperti pemanfaatan magnet pada anti brake system (ABS), motor kecil, sensor, komponen mobil, mobil listrik dan hibrida; sektor perkantoran seperti komponen magnet pada komputer, mesin fotokopi, dan printer; sektor industri seperti industri robot, otomatisasi pabrik, dan recycle. Berikutnya sektor energi listrik seperti energi angin dan mesin flywheel. Selanjutnya sektor industri rumah tangga seperti mesin pendingin ruangan dan refrigerator. Sektor telekomunikasi, seperti komunikasi bergerak dan telepon genggam pribadi, sektor audio visual seperti pemanfaatan bahan magnet pada televisi, video, DVD, dan headphone serta terakhir sektor kesehatan seperti pemanfaatan bahan magnet pada alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan bahan tambal gigi. Pada umumnya bahan magnet yang dipergunakan berbasi logam transisi atau berbasis logam besi serta logam tanah jarang seperti Nd-Fe-B (NEOMAX). Daftar Riwayat Hidup | Nama Lengkap | : | Dr. Setyo Purwanto | | | Tempat/Tanggal Lahir | : | Jakarta, 30 September 1962 | | | Status perkawinan | : | Menikah (4 anak) | | | Alamat Kantor | : | Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir- BATAN , Kawasan PUSPIPTEK Tangerang 15314. | |
| | | |
| | | | | Pendidikan terakhir | : | S3 (Tohoku University, Sendai-JAPAN) | | | Jabatan pekerjaan | : | Leader of Group On Sensor Nanocomposit Materials Research Group | | | Head of Division | : | Nuclear Characterization and Analysis BATAN | | | | | | | Penghargaan
| : | - Research Priority Awards VI/1998-2000 from State of Ministry Research and Technology Republic of Indonesia No: 64/M/Kp/VIII/2003
- Peneliti Utama Teladan Riset Unggulan Terpadu VI / 1998-2000
- Penghargaan RUT VI No: 64/M/Kp/VIII/2003
Dari Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia
| | Paten Riset Interest | : : | - Bahan Sensor Magnetik Giant Magnetoresistance Berbasis Paduan
Logam Tanah Jarang, P.00200100862 (Granted 2007) - Alat Pemagnetisasi dan Demagnetisasi Berbahan Baku Lokal Yang
Terkomputeriasi, P.00200100861
- Bahan Magnetik berbasis Logam Tanah Jarang
- Bahan Magnetik Nanopartikel
- Bahan Magnetik Nanogranular dengan Teknik Iradiasi Nuklir
- Bahan Magnetik NanoFilm dengan Teknik Iradiasi Ion
- Bahan Carbon Nanotube dan Nanoporus dengan Teknik Iradiasi
| |
|